PENDAMPINGAN PASTORAL DALAM PEMULIHAN PSIKOLOGIS DAN SPIRITUAL ORANGTUA YANG MENGALAMI KEMATIAN ANAK (USIA 0–11 TAHUN) DI DESA KOLONGAN ATAS DUA KECAMATAN SONDER KABUPATEN MINAHASA
Main Article Content
Abstract
Kematian anak merupakan salah satu pengalaman kehilangan yang sangat berat dalam kehidupan orangtua. Anak bukan hanya dipandang sebagai anggota keluarga, tetapi juga sebagai bagian dari harapan, kasih sayang, masa depan, dan identitas orangtua. Karena itu, kematian anak usia 0–11 tahun dapat menimbulkan luka psikologis yang mendalam sekaligus memengaruhi kehidupan spiritual orangtua. Kesedihan, keterkejutan, kebingungan, perasaan kehilangan, kesepian, bahkan pergumulan iman dapat muncul sebagai respons terhadap peristiwa tersebut. Dalam konteks inilah gereja memiliki panggilan untuk menghadirkan pendampingan pastoral yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berlangsung secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia. Artikel ini bertujuan membahas pentingnya pendampingan pastoral dalam pemulihan psikologis dan spiritual orangtua yang mengalami kematian anak usia 0–11 tahun di Desa Kolongan Atas Dua, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan kajian literatur pastoral-teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendampingan pastoral perlu diarahkan pada kehadiran, mendengarkan, penguatan, penghiburan, pembimbingan, pemulihan relasi dengan Tuhan, serta pemberian ruang bagi orangtua untuk mengungkapkan kedukaannya. Pendampingan yang berkelanjutan dapat menjadi sarana gereja untuk menghadirkan kasih Allah kepada keluarga yang berduka dan membantu orangtua menemukan kembali harapan serta makna hidup setelah kehilangan anak.