DEKONSTRUKSI MAKNA KEBENARAN (SOLA SCRIPTURA): MENAKAR BATAS TRADISI DI ERA KONTEMPORER

Main Article Content

Tyson Jeidi Jeri Supit

Abstract

Era kontemporer yang ditandai oleh kondisi post-truth memunculkan disrupsi epistemologis yang menyebabkan kaburnya batas antara kebenaran objektif dan opini publik. Situasi ini berdampak pada komunitas religius yang berpotensi menyamakan kebenaran Alkitab dengan tradisi gerejawi yang telah mengalami sakralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tradisi gereja dan prinsip Sola Scriptura dalam konteks era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research) untuk mengkaji secara kritis relasi antara prinsip Sola Scriptura, tradisi gereja, dan fenomena post-truth berdasarkan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi memiliki nilai sosiologis dalam menjaga kohesi sosial dan identitas komunitas, namun memiliki keterbatasan epistemologis ketika diposisikan sebagai otoritas kebenaran mutlak. Prinsip Sola Scriptura berfungsi sebagai kerangka normatif untuk menilai dan menempatkan tradisi di bawah otoritas Kitab Suci. Kajian ini menegaskan pentingnya kedewasaan teologis yang kritis dalam menghadapi ketegangan antara tradisi, iman, dan dinamika masyarakat kontemporer.

Article Details

Section
Articles